Terapi Obat-obatan Kepada Pengidap ADHD

Terapi dan pengobatan untuk anak pengidap ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disoder bisa membantu meringankan gejala dan membuat kondisi berangsur membaik. Selain menggunakan therapy ADHD, kondisi ini sebenarnya bisa diobat dengan obat atau bisa mengombinasikan terapi dengan obat.

Ketika menggunakan obat-obatan untuk mengurangi gejala ADHD, seharusnya diresepkan oleh dokter dan bukan obat permanen yang harus dikonsumsi seumur hidup. Obat-batan bisa membantu pengidap ADHD supaya bisa berkonsentrasi, kurang impulsive, lebih tenang, dan berlajar serta berlatih keterampilan yang baru.

erlinahappyplay.com

Bagi anak pengidap ADHD, ada beberapa jenis obat yang perlu dikonsumsi setiap harinya. Namun, ada beberapa obat yang dikonsumsi di hari-hari ketika di sekolahan. Jeda penggunaan obat terkadan direkomendasikan untuk melihat apakah obat masih dibutuhkan. Kalau anak tidak didiagnosisi dengan ADHD sampai dewasa, maka dokter umum serta dokter spesialis bisa mendiskusikan obat dan terapi yang sesuai.

Jika pengidap ADHD diresepkan obat, mungkin akan diberikan obat-obatan dengan dosis kecil di awal, yang kemudian bisa ditingkatkan dosisnya secara bertahap. Sebaiknya pengidap ADHD diperiksa secara rutin ke dokter untuk memastikan perawatan kiranya bekerja efektif dan untuk memeriksa tanda dari efek samping atau masalah.

Di bawah ini adalah beberapa obat-obatan yang diberikan kepada pengidap ADHD.

  • Stimulan

Stimulant bekerja untuk meningkatkan aktivitas otak, khususnya di area yang berperan mengendalikan perilaku dan perhatian. Selain itu, stimulan bisa berguna untuk mengurangi risiko cedera yang tidak disengaja.

  • Non-Stimulan

Non-stimulan adalah kelompok obat yang cara kerjanya adalah meningkatkan zat kimia di otak, yang disebut noradrenalin. Zat kimia ini berfungsi mengirimkan pesan antarsel-sel otak, dan bisa membantu berkonsentrasi serta mengendalikan implus.

Dari dua jenis obat yang digunakan untuk pengidap ADHD, terdapat efek samping yang bakal dialami.

  • Meningkatnya tekanan darah dan detak jantung
  • Kehilangan nafsu makan yang bisa menyebabkan penurunan berat badan
  • Susah tidur
  • Sakit kepala
  • Sakit perut
  • Agresi dan agitasi
  • Suasana hati rentan berubah-ubah
  • Diare
  • Mudah mengantuk
  • Mual dan muntah
  • Mudah marah
  • Mudah lelah
  • Mulut kering

Terapi menggunakan obat memang bisa digunakan kepada pengidap ADHD, namun dalam penerapannya diharapkan berkonsultasi ke dokter dulu.